<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7500243005933909881</id><updated>2011-12-22T12:12:32.501-08:00</updated><title type='text'>ranahperempuan</title><subtitle type='html'>FERRY ARBANIA</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7500243005933909881/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ferry Arbania</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Iq7pQDOSbKY/TgCEETxSWpI/AAAAAAAAEiU/o3oYXo2Fyo8/s220/35373_144147872265024_100000094370430_433197_7500731_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7500243005933909881.post-7723056276091098177</id><published>2009-06-25T08:27:00.000-07:00</published><updated>2009-06-25T08:28:45.958-07:00</updated><title type='text'>PEREMPUAN DAN KEMISKINAN</title><content type='html'>Masyarakat sering mengabaikan jamaknya hubungan antara perempuan dan kemiskinan. perempuan juga sering dianggap tidak perlu mandiri secara ekonomi. Konsep laki-laki sebagai pencari nafkah utama dalam hubungan kemasyarakatan telah menjadi sebuah dogma. Kajian ini mempertanyakan fenomena-fenomena di atas dengan menggunakan feminisme sebagai alat bantu analisisnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEREMPUAN DAN KEMISKINAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rinie Handayani&lt;br /&gt;Staf Pengajar Bahasa Inggris Sekolah Tinggi Bahasa Asing LIA Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ã¢â‚¬Å“Social functions should not be based on sex differenceÃ¢â‚¬Â&lt;br /&gt;-Marry Wollstonecraft-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abstrak&lt;br /&gt;Masyarakat sering mengabaikan jamaknya hubungan antara perempuan dan kemiskinan. perempuan juga sering dianggap tidak perlu mandiri secara ekonomi. Konsep laki-laki sebagai pencari nafkah utama dalam hubungan kemasyarakatan telah menjadi sebuah dogma. Kajian ini mempertanyakan fenomena-fenomena di atas dengan menggunakan feminisme sebagai alat bantu analisisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: perempuan, kemiskinan, feminisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abstract&lt;br /&gt;The association between women and poverty has been frequently going unnoticed by society. Women are often considered to be unnecessarily self-financed. The idea of men as breadwinners has been accepted as a dogmatic concept. This writing is expected to question such notion by adopting feminist point of view.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Key words: women, poverty, feminist&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami Konsep Kemiskinan&lt;br /&gt;Sebagaimana dikemukakan oleh Nickie Charles (2000:125), dalam kajian ilmu feminisme terdapat dua cara dalam memahami makna kemiskinan. Konsep yang pertama memahami kemiskinan sebagai keterbatasan kemampuan untuk memiliki sumber daya material, akibat adanya perbedaan ras, jenis kelamin, dan kelas sosial dalam masyarakat. Konsep yang kedua melihat kemiskinan sebagai ketidakmampuan untuk berpartisipasi secara penuh dalam kehidupan bermasyarakat.&lt;br /&gt;Apabila ditelaah lebih lanjut, kedua konsep di atas saling berkait erat. Seseorang yang dikategorikan masuk dalam kelompok miskin karena ketidakmampuannya dalam memiliki sumber daya materi yang cukup untuk bertahan hidup, tidak mampu berpartisipasi secara penuh dalam masyarakat tempat dia tinggal. Hal ini disebabkan oleh prioritas individu tersebut untuk bertahan hidup, bukan mengekspresikan diri. Selain itu, jika seseorang tidak memiliki kekuatan ekonomi, akses menuju partisipasi publik untuk mendapat kekuatan sebagai anggota atau bagian dari publik pun tidak dapat diraih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab Keterkaitan Perempuan dan Kemiskinan&lt;br /&gt;Wacana dominan yang menyatakan bahwa perempuan bukanlah pencari nafkah dalam sebuah keluarga, atau perempuan tidak perlu mandiri secara ekonomi, telah menjadi penyebab utama keterkaitan perempuan dan kemiskinan. Pola pikir seperti ini begitu kuat mengakar sehingga hadir dalam banyak sisi kehidupan. Salah satu contoh yang tepat adalah dunia pendidikan. Pendidikan telah menjadi bagian dari upaya memelihara wacana ketidakmandirian perempuan secara ekonomi.&lt;br /&gt;Materi pendidikan seringkali menjadi alat untuk menanamkan paham bahwa perempuan tidak perlu mandiri secara ekonomi. Terlalu banyak buku pelajaran, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga menengah ke atas yang menampilkan segregasi peran sosial berdasarkan jenis kelamin. Perempuan seringkali dihadirkan dalam wilayah domestik dan perawatan anak saja, jarang dalam dunia kerja (yang menghasilkan uang), apalagi keduanya. Laki-lakinya dihadirkan sebagai sosok yang hadir dan berkecimpung dalam dunia kerja, tidak terlibat dalam urusan domestik dan pengasuhan anak-anak. Pada akhirnya pola pembagian tugas sosial yang seperti itu biasanya berakhir pada wacana laki-laki saja sebagai pihak yang diharuskan mandiri secara ekonomi. Akibatnya, perempuan menjadi tergantung secara finansial pada laki-laki. Sayangnya, masalah ini lebih sering luput dari perhatian masyarakat.&lt;br /&gt;Materi pendidikan yang mendukung ketakmandirian perempuan secara ekonomi telah secara luas dianggap bukan merupakan masalah yang berarti. Materi pelajaran tersebut malah dianggap sebagai sebuah hal yang jamak dan kodrati. Hal ini juga menghambat kemandirian perempuan. Orang tua yang telah terbiasa dengan rezim materi pelajaran yang seperti itu biasanya akan mengadopsi pola pikir tersebut sebagai sebuah kebenaran. Proses internalisasi makna ke dalam benak dan pola pikir orang tua dapat terjadi tanpa disadari. Akibatnya, terlalu banyak orang tua yang tidak memberi dukungan dan perhatian yang penuh kepada anak-anak perempuan dalam hal pendidikan. Banyak anak perempuan, terutama di daerah pedesaan, yang tidak mencapai jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Banyak juga anak perempuan yang akhirnya mengambil pendidikan Ã¢â‚¬ËœsekenanyaÃ¢â‚¬â„¢ saja tanpa memikirkan potensi yang terbaik untuk masa depannya. Anak perempuan dianggap tidak begitu penting mandiri secara finansial. Mereka lebih sering dianggap akan di Ã¢â‚¬ËœambilÃ¢â‚¬â„¢ oleh suami dan hidup mereka menjadi tanggungan para suami.&lt;br /&gt;Maria Mies (1986:206) bahkan lebih lanjut mengemukakan bahwa pendidikan sebenarnya merupakan upaya untuk mempersiapkan remaja putri dalam perannya sebagai ibu dan istri di masa datang. Pendapatnya tersebut masih sangat relevan dengan keadaan saat ini ketika para remaja putri sekolah menengah Ã¢â‚¬ËœmengikutiÃ¢â‚¬â„¢ mata kuliah keterampilan yang biasanya dalam bentuk kegiatan memasak dan menjahit, tidak bebas mengikuti kegiatan keterampilan lainnya yang dikerjakan oleh murid laki-laki. Murid-murid taman kanak-kanak dan sekolah dasar yang diajari membaca Ã¢â‚¬Å“ibu memasak di dapur dan ayah pergi bekerjaÃ¢â‚¬Â. Sekolah pada tahap tertentu telah melegitimasi segregasi peran sosial berdasarkan jenis kelamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana dominan yang mendukung ketidakmandirian perempuan secara ekonomi semakin dalam tertanam di benak sebagian besar masyarakat akibat tayangan media massa yang mendukung konstruksi tersebut. Media massa, baik media cetak maupun elektronik, telah menghadirkan beragam program yang lebih sering mendudukan perempuan dalam ranah domestik dan pengasuhan anak. Kalaupun ada program atau tulisan yang menampilkan kisah tentang seorang perempuan yang dipandang sukses, maka format program tersebut biasanya menyertakan informasi mengenai keluarganya (suami dan anak-anak). Dengan dihadirkannya keluarga dalam program atau tulisan, perempuan tidak dapat dipandang sebagai seorang individu mandiri, yang meraih kesuksesannya lewat perjuangan dan kemampuannya. Dalam wacana yang tidak mendukung kemadirian tersebut ini, kesuksesan perempuan masih diukur dari keberhasilannya mengurus suami dan anak-anaknya. Kerancakan bahasa dalam kemasan berita membuat pembaca sering tidak menyadari proses induksi wacana ketakmandirian perempuan sedang berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlunya Kemandirian Perempuan secara Ekonomi&lt;br /&gt;Tidak ada yang salah dengan pilihan hidup untuk menikah. Persoalannya adalah bagaimana perempuan harus mampu secara finansial walaupun mereka telah menikah. Hal ini didasarkan pada asumsi logis bahwa mungkin saja seorang perempuan yang telah menikah akan menghadapi kenyataan bahwa pada suatu saat dia harus mampu menghidupi dirinya sendiri, atau membantu menafkahi keluarga. Kematian suami, perceraian, tingginya biaya hidup dan pendidikan, serta pemutusan hubungan kerja yang terjadi pada suami atau suami jatuh sakit adalah contoh-contoh hal-hal yang mungkin saja menimpa seorang perempuan yang telah menikah. Kemandirian perempuan secara finansial akan sangat berguna dalam menghadapi kejadian-kejadian semacam itu.&lt;br /&gt;Ketidakmandirian perempuan dalam sebuah ikatan pernikahan juga memicu kekerasan dalam rumah tangga. Kekerasan yang terjadi dapat dalam bentuk kekerasan ekonomi, psikis hingga fisik. Hal ini sangat mungkin terjadi mengingat pihak yang menghasilkan uang, dalam kasus ini suami, adalah pihak yang memiliki kekuasaan yang lebih dibanding pihak yang tidak menghasilkan uang (istri). Kekuasaan yang lebih dapat digunakan untuk membatasi ruang gerak perempuan, mulai dari jenis pekerjaan domestik apa yang harus dilakukannya hingga jumlah anak. Kekuasaan tidak berimbang membuat istri menjadi sangat tergantung sehingga seringkali istri dalam kelompok ini tidak mampu berbuat banyak dalam menghadapi, misalnya kekerasan fisik yang dilakukan suaminya.&lt;br /&gt;Salah satu perjuangan kelompok feminis adalah adanya sistem pengupahan untuk para istri atas pekerjaan domestik yang telah mereka lakukan. Seperti yang diungkapkan oleh Jane Freedman (2001:51--52), pekerjaan domestik dan mengurus anak yang tidak dibayar dianggap sebagai produk sistem patriarki dan produksi kapitalis, yang memberi kekuasaan pada laki-laki atas perempuan(istri) melalui pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin. Namun, konsep pengupahan semacam ini masih menghadapi dilema. Di satu sisi usul ini disambut baik mengingat perkejaan rumah tangga sama beratnya dengan pekerjaan lain dan memerlukan keterampilan juga. Sudah sepatutnya dihargai dan diakui sebagai sebuah profesi. Di sisi lain konsep pengupahan atas pekerjaan domestik yang dilakukan para istri akan mempertegas segregasi wilayah kerja sosial berdasarkan jenis kelamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan pun perlu mandiri secara ekonomi agar tidak menjadi subjek sekaligus objek konsumsi. Selain mengungkapkan hubungan antara pendidikan dan masa depan remaja perempuan sebagai ibu dan istri, Maria Mies (1986:207) juga mengangkat hubungan antara ketidakmandirian perempuan dalam hal keuangan dengan konsumsi domestik. Menurutnya, perempuan kelas menengah memiliki Ã¢â‚¬ËœkeistimewaanÃ¢â‚¬â„¢, yaitu terdomestikasi, terkucil, bergantung pada laki-laki, dibuat lemah secara emosi, dan terikat pada seluruh ideologi yang memberatkan mereka. Seluruh Ã¢â‚¬ËœkeistimewaanÃ¢â‚¬â„¢ ini ditambah dengan kenyataan bahwa mereka, sebagai istri, mau tidak mau menggunakan uang yang diberikan oleh suaminya. Akhirnya, mereka menjadi pelaku utama konsumsi domestik, menjadi sasaran empuk para agen kapitalis nasional dan internasional. Kelompok perempuan seperti inilah yang terus- menerus dijadikan sasaran utama dalam pemasaran, dan sering dijadikan ikon utama dalam periklanan. Tampilan kelompok perempuan seperti ini seringkali menipu. Di balik keceriaan wajah para perempuan tersebut, kebrutalan konsumerisme telah terjadi terhadap mereka.&lt;br /&gt;Kemandirian secara ekonomi memerlukan sistem pengupahan yang adil antara pekerja perempuan dan pekerja laki-laki. Selain mengungkapkan tentang perjuangan kelompok feminis mengenai pengupahan atas pekerjaan domestik yang dilakukan para istri, Jane Freedman (2001:47--48) juga mengangkat masalah upah pekerja perempuan yang biasanya lebih rendah dibanding pekerja laki-laki. Menurutnya pertanyaan tentang mengapa pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin dan mengapa gaji pekerja perempuan lebih rendah dibanding pekerja laki-laki memiliki jawaban yang saling terkait. Pekerja perempuan dibayar lebih rendah dibanding pekerja laki-laki karena adanya pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin. Perempuan sering ditempatkan dalam wilayah kerja domestik, sedangkan pria pada wilayah kerja di luar rumah. Akibatnya, banyak perempuan yang menemui kesulitan dalam mengejar karier karena tidak dihargai kemampuannya. Perempuan juga sering menghadapi pelecehan seksual di tempat kerjanya, terutama di wilayah kerja yang didominasi laki-laki, karena tidak memiliki kekuasaan untuk melawan.&lt;br /&gt;Di samping itu, perempuan mendapatkan kesulitan dalam menentukan jenis pekerjaan. Selain karena pendidikan yang tidak memadai (akibat berkuasanya wacana perempuan tidak memerlukan pendidikan yang bagus), perempuan terjebak dalam paradigma ketergantungan finansial pada laki-laki. Sebagai akibatnya, ketika mau dan harus bekerja, perempuan tidak memiliki banyak pilihan lapangan pekerjaan. Banyaknya Pekerja Rumah Tangga (PRT) perempuan adalah salah satu contohnya. Ironisnya pekerjaan semacam ini sering dianggap pekerjaan yang gampang, bukan sebuah profesi sehingga biasanya tidak dibayar mahal, bahkan tidak memenuhi Upah Minimum Regional (UMR). Padahal dalam kenyataannya mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan merawat anak memerlukan keahlian yang memadai. Selain itu, PRT rentan terhadap tindak kekerasan pula akibat tidak adanya pilihan bagi mereka untuk melawan. Hal yang paling disayangkan adalah masyarakat sudah terlanjur mengidentikan PRT sebagai pekerjaan untuk perempuan yang tidak bergengsi dan bergaji rendah walaupun akhir-akhir ini terdapat program di sebuah stasiun televisi swasta mengenai perburuan mencari PRT untuk seorang artis ibu kota. Selain profesi sebagai PRT, buruh pabrik adalah pilihan lain para perempuan yang termasuk dalam kelompok istri kelompok sosial menengah yang secara finansial tergantung pada suami. Profesi ini pun memiliki banyak risiko. Selain kekerasan dan pelecehan, para pekerja perempuan juga rentan terhadap pemutusan hubungan kerja yang sepihak. Hal ini ditunjang kenyataan bahwa kelompok perempuan yang dapat mengisi posisi buruh pabrik rendahan ini banyak sekali tersedia sehingga pihak manajemen pabrik dapat dengan leluasa mengganti mereka. Pertimbangannya adalah mereka perempuan kelas menengah yang bergantung pada suaminya dalam mencari nafkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simpulan&lt;br /&gt;Dengan memepertimbangkan penjelasan di atas, perempuan memang sangat rentan terjebak dalam kemiskinan, baik secara materi (ekonomi) maupun secara partisipasi publik. Sangat disayangkan kenyataan ini sering diabaikan dalam masyarakat karena dianggap sebagai sebuah hal yang jamak dan benar. Tidak gampang untuk memutus mata rantai keterkaitan perempuan dan kemiskinan. Jika Maria Mies menyerukan gerakan feminisme yang lebih mengakomodasi kebutuhan perempuan kelas menengah, di lain pihak feminsme dipandang sebagai sebuah proses yang tidak akan berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Charles, Nickie. Feminism, The State and Social Policy. Bassingstoke: Macmillan. 2000&lt;br /&gt;Freedman, Jane. Feminism. Buckingham: Open University Press. 2001.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7500243005933909881-7723056276091098177?l=ranahperempuan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/feeds/7723056276091098177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/2009/06/perempuan-dan-kemiskinan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7500243005933909881/posts/default/7723056276091098177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7500243005933909881/posts/default/7723056276091098177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/2009/06/perempuan-dan-kemiskinan.html' title='PEREMPUAN DAN KEMISKINAN'/><author><name>Ferry Arbania</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Iq7pQDOSbKY/TgCEETxSWpI/AAAAAAAAEiU/o3oYXo2Fyo8/s220/35373_144147872265024_100000094370430_433197_7500731_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7500243005933909881.post-7743258415382926505</id><published>2009-06-09T03:55:00.000-07:00</published><updated>2009-06-09T03:59:26.038-07:00</updated><title type='text'>Menjadi TKI di dunia Maya</title><content type='html'>BR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat badai globalisasi datang, di sinilah era persaingan dimana susahnya mencari pekerjaan dan sulitnya mencari uang di negeri sendiri. Pemerintah sudah mulai pusing mendengar rakyat miskin, kriminalitas merajalela khususnya mutilasi, dan belum persoalan politik, ekonomi, dan bencana yang melanda negeri akhir-akhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program pengentasan kemiskinan pemerintah sudah banyak dan konsepnya “lumayan” bagus. Namun kenyataan dilapangan selalu “tidak sesuai” dengan konsep yang sudah “lumayan” bagus tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulitnya mencari penghidupan di indonesia mendorong para penduduknya untuk menjadi TKW dan TKI di negeri orang, para bahasawan menyebutnya “pahlawan devisa”. Tapi kenyataannya, orang yang disebut pahlawan devisa tadi mengalami dilema dan persoalan lain, ada yang disiksa, diperkosa sampai hamil, di bunuh, dianiaya, dan bahasa TKW kini sudah dimaknai sebagai “pembantu” atau “babu”. TKI pun juga begitu, kalau tidak buruh pabrik ya kerja kasar, kuli bangunan dan tukang angkut barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang pahlawan devisa tadi tidak dilindungi dengan baik oleh pemerintah kita sampai harga diri mereka hilang bersama harga diri bangsa. Lihat saja di cianjur, banyak anak kecil berwajah pakistan, arab, cina, dan negara timur tengah lain, itu karena mereka pulang membawa benih sperma dari majikan mereka. Atau fenomena TKW di hongkong, taiwan dan sekitarnya mereka banyak yang suka dengan aktifitas esek-esek seperti yang ada di youtube.com. Semua ini bukan tipu daya, tapi nyata adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada alternatif untuk mencari pekerjaan diluar negeri namun di dunia maya, kerja dilakukan di rumah namun penghasilannya kita dibayar dari luar negeri, pemerintah mungkin dapat memperhatikan alternatif ini, dengan mendukungnya dengan kebijakan dan undang-undang, sampai realisasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya suka menyebutnya sebagai “TKI di dunia Maya”, sebagai contoh saya terkoneksi dengan internet lalu mengikuti “google adsense”, ikut “paid review”, “survey online”, “affiliate”, “domain parking”, “Paid Per Click”, “Paid to Read”, dan menjual produk kita baik software maupun barang nyata di web ecommerce. Beberapa bulan kemudian ribuan dolar akan mudah didapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis ini tidak perlu biaya besar, cukup terkoneksi internet kita bisa menjalankan semuanya dari rumah, karena kebanyakan bisnis seperti ini tidak modal sama sekali. Skill yang dibutuhkan juga tidak banyak, hanya perlu kenal bahasa inggris pasif, apalagi sudah ada google translate yang dapat menjadi transtool online canggih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya apakah pemerintah siap mencanangkan internet murah, dan membuat semacam program pelatihan dasar kepada anak bangsa untuk dikenalkan dengan teknologi internet. Tidak perlu sekolah tinggi, orang lulus SD yang bisa baca tulis pun bisa untuk produktif di dunia maya. Jadi apa salahnya, peluang menjadi TKI di Dunia Maya masih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga persoalan ekonomi bangsa indonesia semakin membaik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7500243005933909881-7743258415382926505?l=ranahperempuan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/feeds/7743258415382926505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/2009/06/menjadi-tki-di-dunia-maya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7500243005933909881/posts/default/7743258415382926505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7500243005933909881/posts/default/7743258415382926505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/2009/06/menjadi-tki-di-dunia-maya.html' title='Menjadi TKI di dunia Maya'/><author><name>Ferry Arbania</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Iq7pQDOSbKY/TgCEETxSWpI/AAAAAAAAEiU/o3oYXo2Fyo8/s220/35373_144147872265024_100000094370430_433197_7500731_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7500243005933909881.post-3937245764682325338</id><published>2009-06-07T01:12:00.000-07:00</published><updated>2009-06-07T01:28:59.559-07:00</updated><title type='text'>Saiful Jamil Remas Bokong Kiki Fatmala</title><content type='html'>Saiful Jamil nafsu saat Syuting Film Pijit atas tekan bawah sambil remas bokong dan payudara Kiki Fatmala. Kiki Fatmala sampai teriak kesakitan saat payudara dan bokongnya diremas-remas sama saiful jamil. Film dengan adegan mesum percintaan Siful Jamil dan Kiki Fatmala saat ciuman sambil mainin puting dan memek kiki fatmala, jari saiful Jamil di masukin ke memek Kiki Fatmala dalam adegan ranjnag video shot banyak beredar di Internet. Kiki artis seksi Indonesia yang toketnya masih gedhe dan ranum sebenarnya menikmati permainan seks dari Saiful jamil sambil pegangin burung saiful jamil sambil oral seks. Remasan Ke payudara kiki fatmala oleh saiful jamil dilakukan bergantian dari kiri ke kanan. Puting kiki fatmala di gigitin saiful jamil sampai merah. Entah setan apa yang ada pada diri saiful jamil hingga sampai adegan ranjang tersebut terlihat sangat hot dan menantang. Saiful jamil juga suka ketika burungnya di oral oleh kiki fatmala. Burung Saiful jamil di gesek-gesekin pada payudara dan memek Kiki Fatmala hingga muncrat. Ciuman sambil ngeseks artis indonesia ini memang layak untuk di koleksi Video mesumnya.&lt;br /&gt; **************************************************************************&lt;br /&gt;Stop,stop,,,,stop......wah...wah.............masak sampe segitunya sih.........jujura saya pribadi tidak percaya, coz itu kan acara syuting bukan didalam kamar tanpa bidikan kamera...? makanya saking bingungnya aku sampe copy paste tulisan yang nempel di avun.com, judulnya ekstrim banget,&lt;br /&gt;"Saiful Jamil Remas Bokong Kiki Fatmala".Duh......................bantuin aku dong,,karena tanpa sengaja saya dapatkan tulisan yang berjudul "Saiful Jamil Remas Bokong Kiki Fatmala" ini di Avun.com.Saya tidak tau persis kebenarannya. Apakah iini sebuah bentuk kebebasan berekspresi didunia maya, atau ada alasan lain dari terbitnya informasi ini ? bagaimana saran dan komentar pembaca ranah perempuan? buat Mas Sayaiful Jamil mohon klarifikasinya disini. Masalahnya aku Ngefan banget sama mas jamil dan Kiki.Tak tunggu ya klarifikasinya disini.atau ke gmail saya: ferry.arbania@gmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7500243005933909881-3937245764682325338?l=ranahperempuan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/feeds/3937245764682325338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/2009/06/saiful-jamil-remas-bokong-kiki-fatmala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7500243005933909881/posts/default/3937245764682325338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7500243005933909881/posts/default/3937245764682325338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/2009/06/saiful-jamil-remas-bokong-kiki-fatmala.html' title='Saiful Jamil Remas Bokong Kiki Fatmala'/><author><name>Ferry Arbania</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Iq7pQDOSbKY/TgCEETxSWpI/AAAAAAAAEiU/o3oYXo2Fyo8/s220/35373_144147872265024_100000094370430_433197_7500731_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7500243005933909881.post-5578623344409822649</id><published>2009-06-07T00:44:00.001-07:00</published><updated>2009-06-07T01:09:20.405-07:00</updated><title type='text'>Free Sex No, Nikah Yes</title><content type='html'>(Bagindo Armaidi Tanjung)&lt;br /&gt;Tidak bisa dibantah, bahwa manusia sesungguhnya adalah makhluk yang tidak bisa dilepaskan dari seks. Karena sejak awal, manusia terlahir ke dunia ini adlah akibat adanya hubungan seks antara seorang laki-laki dengan perempuan. Kecuali Nabi Adam AS dengan Siti Hawa sebagai manusia pertama yang diciptakan Tuhan dan Nabi Isa AS yang terlahir dari ibunya Maryam, tanpa suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, fitrahnya seorang laki-laki dan seorang perempuan saling tertarik satu sama lain, saling ingin mencintai dan dicintai, menyalurkan naluri seks masing-masing dan punya keturunan. Namun, masalah seks antara laki-laki dan perempuan tidaklah menyangkut aspek biologis semata. Seks juga berkaitan dengan aspek psikologis, sosial dan hukum. Sehingga seks juga diatur oleh norma-norma agama dan negara. Seks melibatkan perasaan-perasaan personal yang sangat mendalam, pribadi dan sensitif bagi seseorang, maka seks tidaklah bisa dibicarakan gampang dan murahan di tmpat umum. Sehingga membicarakan seks merupakan peristiwa tabu dan di sebagian masyarakat tidak boleh diungkit-ungkit.Banyak orang memandang seks dengan sikap lucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sepanjang sejarah, banyak pemikir, entah filsuf atau pemuka agama dan ilmuawan, telah berpikir secara serius tentang seks yang mempunyai arti penting bagi diri manusia secara pribadi dan bagi masyarakat.Bagi pemuka (ajaran) agama, masalah seks adalah masalah yang suci dan tidak boleh dikotori dengan tujuan yang sudah ditetapkan agama. Seks antara laki-laki dan perempuan juga tidak boleh dilakukan sembarangan, kecuali melalui perkawinan. Karena hubungan seks akan membawa akibat-akibat lanjutan yang perlu diatur agar kelangsungan dan kesejahteraan umat manusia terjamin. Bila ketentuan tersebut dilanggar, aka membawa bencana bagi pelakunya dan masyarakat.Akibat perkembangan ilmu pengetahuan, tekonologi dan peradaban manusia, hubungan seks laki-laki dan perempuan juga mengalami perubahan. Kehidupan free sexs (seks bebas) kini makin marak di tengah masyarakat. Seperti hubungan seks pra-nikah, kumpul kebo, pelacuran, gigolo, homoseksual, lesbian dan perkosaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku seks bebas ini antara lain mengakibatkan rendahnya derajat manusia, hilangnya kehormatan perempuan, anak lahir anpa ayah, terjadinya aborsi, hancurnya rumah tangga, berjangkit penyakit kelamin, muncul AIDS, mematikan rasa cinta, terputusnya wali nikah dan larangan kawin dengan pezina.Perbuatan seks bebas sepanjang sejarah manusia memang tetap menarik dibicarakan. Karena seks melibatkan orang dari berbagai kalangan, mulai masyarakat awam, umum rakyat jelata, pimpinan masyarakat sampai pejabat negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai hasil penelitian yang dilakukan para pakar kesehatan, seksologi, pendidikan dan pemerhati lainnya, seks bebas terbukti membawa malapetaka bagi manusia. Perilaku seks bebas yang makin memassal dan marak, tidak saja merugikan pelakunya, tapi juga orang lain. Bahkan anak kandung (bayi) sendiri yang baru akan menghirup udara dunia tidak terlepas dari akibatnya. Ini dibuktikan adanya penularan penyakit kelamin dan AIDS pada bayi melalui kehamilan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Free Sex&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai perilaku free sex (seks bebas) makin marak di tengah kehidupan masyarakat. Seks bebas tidak saja dilakukan di kalangan orang dewasa, tapi kini sudah merambah di kalangan mahasiswa dan pelajar. Sehingga muncul seks pranikah.Perilaku seks bebas selain dipicu oleh semakin kuatnya arus teknologi informasi, juga semakin permisifnya kehidupan masyarakat. Nilai-nilai akhlak dan agama yang semakin menipis di setiap dada generasi saat ini mendorong perilaku seks bebas. Sebagai insan yang diciptakan Allah dengan naluri syahwat menyalurkan kebutuhan seksual untuk berkembang biak, agama memberikan pintu penyaluran seksual melalui pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan merupakan pintu penyaluran kebutuhan biologis seksual manusia yang bertanggungjawab, bermoral dan barakah.Di satu sisi free sex menimbulkan sejumlah kerusakan, baik bagi pelakunya maupun masyarakat. Banyak pintu yang bisa dilakukan dari free sex. Sebaliknya, pernikahan merupakan satu sisi lain yang menjadi penyaluran kebutuhan biologis seksual manusia dapat menjamin kelangsungan hidup manusia secara bertanggungjawab, bermoral dan barakah.Satu-satunya penyaluran kebutuhan seks antara laki-laki dengan perempuan yang dibenarkan dan diredhai oleh Allah SWT, zat yang menciptakan manusia itu sendiri, adalah melalui perkawinan. Setiap insan yang menyakini bahwa dirinya diciptakan oleh Allah SWT, Tuhan Pencipta Sekalian Alam ini, mau tidak mau harus pula menyakini bahwa aturan yang diturunkan oleh Allahh SWT adalah demi keselamatan dan keselamatan dan kesejahteraan manusia. Karena sudah pasti Sang Pencipta tahu betul kebutuhan cara terbaik untuk memenuhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, godaan seks bebas makin gencar di sekeliling kita.Makin banyaknya jenis, peluang, kesempatan dan pelaku seks bebas yang mengancam lembaga perkawinan ini, maka atas dasar pemikiran tersebut buku ini ditulis. Dalam buku ini dijelaskan perilaku seks bebas dari lembaga perkawinan sebagai satu-satunya penyaluran naluri seks yang diredhai sesuai fitrah manusia. Sang Pencipta Alam Semesta ini, selalu menjadikan sesuatu berpasangan. Ada baik, ada buruk. Ada cantik, ada yang jelek. Ada panas, ada yang dingin. Ada siang, ada malam. Ada laki-laki dan ada perempuan. Ada kecil, ada besar. Ada pahala, juga ada dosa. Ada amal, juga ada maksiat. Begitu seterusnya.Dalam menyalurkan naluri seks, Allah juga menyediakan dua pilihan. Mau yang halal, penuh barakah, dan menjadi amal saleh, maka lakukan dengan perkawinan yang sah. Sebalinya, mau yang haram, penuh kemaksiatan, bencana dan kehinaan, lakukan dengan seks bebas (free sex).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja akibat free sex, penulis telah menguraikannya lewat buku Free Sex, Nikah Yes yang diterbitkan penerbit Amzah tahun 2008.Kedua jalan tersebut amat jelas berbeda. Yang satu membawa kebahagiaan di dunia dan di akhirat, yang satu lagi membawa bencana dan siksaan bagi manusia yang melakukannya, baik di dunia maupun di akhirat.Sebagai manusia yang diberi akal dan pikiran oleh Sang Pencipta, tentu kita jangan sampai terjerumus ke lembah kehinaan dalam menyalurkan naluri seks. Islam dengan berpedoman kepada Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Saw. merupakan pedoman yang utama dalam menyalurkan naluri seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan amat jelas kedua pedoman tersebut memberikan pegangan bagi umat Islam dalam menyalurkan nafsu syahwat (seks). Islam sama sekali tidak melarang atau menghinakan hubungan seks antara laki-laki dengan perempuan, namun Islam mengatur sedemikian rupa sehingga terwujud ketenteraman dan kebahagiaan manusia itu sendiri.Sayang, masih amat banyak diantara manusia yang tidak peduli dan melecehkan aturan-aturan yang sudah diturunkan melalui Nabi Muhammad Saw. Padahal, aturan tersebut sesungguhnya adalah untuk keselamatan, kesejahteraan dan ketenteraman lahir batin manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seks Fitrahnya Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ahli jiwa, Sigmund Freud mengatakan, pda manusia terdapat dua kekuatan, naluri, instink yang kuat mendorong manusia makan, menyediakan dan mencari makanan. Tujuannya agar dapat bekerja, berpikir dan mencipta sesuatu. Sedangkan naluri seks menuntut manusia untuk mencari lawan jenisnya menjadi pasangan hidup. Tujuannya menyalurkan naluri seks yang dimiliki dan mendapatkan keturunan untuk melanjutkan generasi berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT juga menegaskan, ”Dihiasi hidup manusia itu dengan cinta syahwat (seks) terhadap perempuan.” (Q.S. Al Imran : 14). Tanpa disadari, sejak bayi kita sudah diajarkan seks. Ini terlihat dari sikap orangtua yang membedakan antara bayi lakiplaki dengan perempuan. Orang tua mengajarkan peran yang berbeda terhadap bayi laki-laki dan perempuan. Misalnya dengan pakaian, perkenalan dengan anggota keluarga, teman-teman, bahwa bayinya laki-laki atau perempuan.Meningkat ke usia awal masa kanak-kanak, minat terhadap seks makin besar. Ini dibuktikan dengan keingintahuan mengenai asal usul bayi sangat besar pada anak-anak dan mereka banyak bertanya masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak anak memperlihat minat mereka terhadap seks dengan membicarakannya dengan teman-teman bermain kalau tidak ada orang dewasa, dengan melihat gambar-gambar pria dan wanita dewasa dalam pose yang merangsang, bermain seks dengan teman sejenis ataupun lawan jenis dengan masturbasi. Karena banyak orang tua menganggap permainan seks dan masturbasi sebagai perbuatan nakal, bahkan jahat, maka aktifitas seperti itu biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi.Memasuki akhir masa kanak-kanan, penggolongan peran seks makin tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggolongan peran seks ini berpengaruh pada perilaku dan penilaian diri anak-anak. Dalam penampilan, pakaian dan bahkan gerak-gerik, anak berusaha menciptakan kesan akan kesesuaian dengan peran seks. Pada saat duduk di kelas, anak sudah sadar akan penampilan yang dianggap sesuai dengan peran seks.. Ini diperjelas lagi adanya perbedaan dalam pakaian dan jenis permainan antara laki-laki dan perempuan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7500243005933909881-5578623344409822649?l=ranahperempuan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/feeds/5578623344409822649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/2009/06/free-sex-no-nikah-yes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7500243005933909881/posts/default/5578623344409822649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7500243005933909881/posts/default/5578623344409822649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/2009/06/free-sex-no-nikah-yes.html' title='Free Sex No, Nikah Yes'/><author><name>Ferry Arbania</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Iq7pQDOSbKY/TgCEETxSWpI/AAAAAAAAEiU/o3oYXo2Fyo8/s220/35373_144147872265024_100000094370430_433197_7500731_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7500243005933909881.post-6059379560148113242</id><published>2009-06-06T20:08:00.000-07:00</published><updated>2009-06-06T20:11:04.681-07:00</updated><title type='text'>Gambaran dan Konsep tentang Perempuan Ideal</title><content type='html'>(dikutip dari 'desahan' kawan saya galihsatria )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baru saja menyelesaikan bagian pertama dari buku roman Jepang karangan Eiji Yoshikawa, Musashi, yang menceritakan kelahiran Takezo menjadi seorang yang memilih Jalan Samurai sebagai jalan hidupnya. Takezo berganti nama menjadi Miyamoto Musashi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada gambaran kecil yang menyentuh saya. Otsu. Otsu, menurut imajinasi saya adalah gadis dengan perawakan mungil, cantik, lembut dan setia. Ia setia pada janjinya untuk menunggu Takezo setiap hari di jembatan Hanada dan tiga tahun ia habiskan untuk menunggu cintanya. Kasihan Otsu, sebelumnya ia menunggu tunangannya Matahachi pulang dari perang. Akan tetapi tunangannya malah lari dan menikahi seorang janda yang menyelamatkannya dari perang. Singkat cerita, ia jatuh cinta pada Takezo alias Musashi yang masih menjadi penjahat. Dalam sebuah pelarian, sebelum berpisah ia dan Takezo mengucapkan janji setia bahwa ia akan menunggu setiap hari di jembatan Hanada. Menanti Takezo kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya bahwa konsep setiap orang mengenai prinsip hidupnya dipengaruhi oleh lingkungannya. Saya sendiri yakin kalau saya telah diracuni oleh buku-buku yang telah saya baca. Otak saya habis dicuci oleh buku-buku yang kebanyakan adalah novel. Saya sudah membaca habis hampir semua karya Agatha Christie, Sidney Sheldon, dan Sir Arthur Conan Doyle. Tak heran kalau saya jadi begitu melankolis seperti ini. Tanpa sadar saya kagum pada sosok Sir Charles Cartwright (Three Act Tragedy – Agatha Christie) yang mendramatisir kehidupannya. Dan masih banyak tokoh-tokoh novel yang saya kagumi yang begitu mempengaruhi saya: Jupiter Jones (Trio Detektif) dan Hercule Poirot yang sering dicela karena penampilan luarnya yang tidak menarik tapi memiliki otak yang sangat cerdas. Tokoh seperti Robert  Langdon (The Da Vinci Code, Angels and Demons – Dan Brown) meskipun juga cerdas agak kurang meracuni saya… mungkin karena Robert Langdon tampan dan menarik. Hahaha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hal yang sama juga terjadi pada konsep saya mengenai gambaran perempuan yang ideal dambaan itu. Saya menilai gambaran saya terlalu artistik dan tidak nyata. Kurang lebih seperti Otsu. Lemah lembut, bermata teduh, kecil mungil, dan setia. Atau kalau seperti yang digambarkan Agatha Christie dalam kisah Hercule Poirot di Tugas-Tugas Hercules (The Labors of Hercules), gadis seperti Otsu adalah tipe-tipe yang tanpa berusaha sedikitpun bisa membuat seorang pria melankolis berusaha menjadi seorang pahlawan baginya. Gambaran yang terlalu romantis. Tidak nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mungkin salah satu sebab saya pernah mengalami patah hati begitu lama. Sekitar empat tahun. Saya menyadari ternyata saya jatuh cinta pada orang yang nyaris-nyaris memenuhi tokoh perempuan dalam novel-novel yang saya baca. Suaranya yang lemah lembut yang sering saya dengar via telepon menyihir saya. Waktu saya ditolak, saya begitu menikmati sakitnya patah hati. Ada kesempatan untuk melakukan seperti Sir Charles: mendramatisir diri sendiri. Puluhan posting dan puisi dibuat khusus untuk memujanya. Saya baru sadar kalau sebenarnya saya tidak jatuh cinta padanya, tetapi jatuh cinta pada kegilaan diri sendiri untuk melakukan dramatisasi dan menjadi tokoh cerita pada novel yang saya buat sendiri. Peran yang sangat menyenangkan: pria yang sakit karena patah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih belum beberapa lama saya kembali ke dunia nyata. Mencoba benar-benar jatuh cinta pada orang saya cintai, bukan karena saya ingin mendramatisir kehidupan lagi. Akan masih sangat panjang perjalanan saya. Saya belajar untuk tidak terlalu kecewa dan patah hati ketika kegagalan demi kegagalan tiba. Kalau saya patah hati, artinya saya kembali melangkah mundur. Ada yang datang, ada pula yang pergi. Saya akan terus belajar untuk tidak mencari figur seorang Otsu, tetapi sesuatu yang jauh lebih nyata dan konkret.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7500243005933909881-6059379560148113242?l=ranahperempuan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/feeds/6059379560148113242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/2009/06/gambaran-dan-konsep-tentang-perempuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7500243005933909881/posts/default/6059379560148113242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7500243005933909881/posts/default/6059379560148113242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/2009/06/gambaran-dan-konsep-tentang-perempuan.html' title='Gambaran dan Konsep tentang Perempuan Ideal'/><author><name>Ferry Arbania</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Iq7pQDOSbKY/TgCEETxSWpI/AAAAAAAAEiU/o3oYXo2Fyo8/s220/35373_144147872265024_100000094370430_433197_7500731_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7500243005933909881.post-7582444037257195427</id><published>2009-06-05T21:57:00.000-07:00</published><updated>2009-06-07T08:49:50.913-07:00</updated><title type='text'>Organisasi Muslimah, Haruskah...??</title><content type='html'>Saat ini eksistensi gerakan perempuan muncul secara signifikan. Begitu banyak organisasi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), baik di luar maupun di dalam negeri yang konon bergerak untuk memperjuangkan kepentingan dan keadilan terhadap perempuan, juga kepentingan lainnya yang sebenarnya justru melanggar aspek kemanusiaan. Bagaimana dengan organisasi wanita Islam?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7500243005933909881-7582444037257195427?l=ranahperempuan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/feeds/7582444037257195427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/2009/06/organisasi-muslimah-haruskah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7500243005933909881/posts/default/7582444037257195427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7500243005933909881/posts/default/7582444037257195427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/2009/06/organisasi-muslimah-haruskah.html' title='Organisasi Muslimah, Haruskah...??'/><author><name>Ferry Arbania</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Iq7pQDOSbKY/TgCEETxSWpI/AAAAAAAAEiU/o3oYXo2Fyo8/s220/35373_144147872265024_100000094370430_433197_7500731_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7500243005933909881.post-9123822412198786130</id><published>2009-06-05T21:16:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T21:19:02.054-07:00</updated><title type='text'>Bila suami Ibu melakukan Poligami</title><content type='html'>Suatu saat, tanpa diduga suami Ibu menyatakan keinginannya untuk menikahi perempuan lain. Atau bisa juga suami Ibu telah menikah secara diam-diam dengan perempuan lain. Artinya, ada istri lain dalam kehidupan suami Ibu. Banyak perempuan tidak siap menghadapi hal itu. "Siapa sih yang mau dimadu?", demikian pameo yang seringkali terdengar menanggapi poligami . Beberapa istri memang kemudian lebih memilih bercerai ketimbang dimadu. Tetapi bagaimana dengan istri yang ‘tidak mampu’ bercerai (misalnya karena ketergantungan ekonomi pada suaminya). Apa komentar Ibu..? Punya solusi Nggak Bu...?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7500243005933909881-9123822412198786130?l=ranahperempuan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/feeds/9123822412198786130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/2009/06/bila-suami-ibu-melakukan-poligami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7500243005933909881/posts/default/9123822412198786130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7500243005933909881/posts/default/9123822412198786130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/2009/06/bila-suami-ibu-melakukan-poligami.html' title='Bila suami Ibu melakukan Poligami'/><author><name>Ferry Arbania</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Iq7pQDOSbKY/TgCEETxSWpI/AAAAAAAAEiU/o3oYXo2Fyo8/s220/35373_144147872265024_100000094370430_433197_7500731_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7500243005933909881.post-6146191063654617842</id><published>2009-06-05T20:45:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T20:45:13.411-07:00</updated><title type='text'>Anwar Putra Bayu: Dokumentasi Berita (2)</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7500243005933909881-6146191063654617842?l=ranahperempuan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://duniaanwar.blogspot.com/2008/02/dokumentasi-berita-2.html#links' title='Anwar Putra Bayu: Dokumentasi Berita (2)'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/feeds/6146191063654617842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/2009/06/anwar-putra-bayu-dokumentasi-berita-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7500243005933909881/posts/default/6146191063654617842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7500243005933909881/posts/default/6146191063654617842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/2009/06/anwar-putra-bayu-dokumentasi-berita-2.html' title='Anwar Putra Bayu: Dokumentasi Berita (2)'/><author><name>Ferry Arbania</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Iq7pQDOSbKY/TgCEETxSWpI/AAAAAAAAEiU/o3oYXo2Fyo8/s220/35373_144147872265024_100000094370430_433197_7500731_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7500243005933909881.post-7387820489491412859</id><published>2009-06-05T20:34:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T20:49:35.760-07:00</updated><title type='text'>Testimonial Dilema Perempuan</title><content type='html'>Tiba-tiba saya menjadi begitu akrab dan menyukai sejumlah tulisan Anny, tepatnya Ibu Anny yang banyak menulis kehidupan perempuan sekaligus "pembelaan terhadap kaum perempuan". Dan tulisan dibawah ini merupakan penghargaan tersendiri bagi Anny dan kaum perempuan. Meski profesi saya sebagai penyiara radio di Sumenep, yang kebetulan juga merangkap reporter untuk rakyat, namun saya sangat menyukai dunia perempuan yang oleh kawan-kawan penulis lainnya prempuan merupakan sosok yang multi dimesni dan tidak pernah selesai diperbincangkan.wallahua'lam.Mari kita telusuri bersama,apa yang ingin disampaikan Anny, sosok sang penulis dalam catatannya yang bertajuk " Testimonial Dilema Perempuan" dibawah ini...........&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Testimonial Dilema Perempuan  &lt;br /&gt;----------------------------------------&lt;br /&gt;Kawan Giri S LAHIR TANPA BISA MEMILIH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini memang sudah menjadi takdir kita sejak masih menjadi embrio karena kita tidak menjadi penentu...&lt;br /&gt;kalau semua boleh memilih semuanya tentu ingin menjadi laki2.. yang mempunyai kekuatan dan kemampuan lebih (teorinya mang sperti ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi perempuan bukan sebuah kesalahan karena itu sudah takdir..&lt;br /&gt;yang kita semua pahami adalah sang Pencipta itu Maha Adil... karena dengan kelembutan dan kelemahan wanita tersimpan kekuatan maha dasyat yaitu MELAHIRKAN..karena setahu saya tidak ada Laki laki di dunia ini yang mau MELAHIRKAN..padahal melahirkan menurut Ilmu kedokteran itu butuh kekuatan yang MAHA LUAR BIASA..baik itu secara fisik maupun secara psikis.. bagiku PEREMPUAN ADALAH MANUSIA YANG LUAR BIASA...kasih dan sayangnnya pun tidak usah diragukan...&lt;br /&gt;makanya kalau ada yang memarjinalkan PEREMPUAN dosa apa yang akan diterima oleh mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LOVE YOU MY MOM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7500243005933909881-7387820489491412859?l=ranahperempuan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/feeds/7387820489491412859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/2009/06/testimonial-dilema-perempuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7500243005933909881/posts/default/7387820489491412859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7500243005933909881/posts/default/7387820489491412859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/2009/06/testimonial-dilema-perempuan.html' title='Testimonial Dilema Perempuan'/><author><name>Ferry Arbania</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Iq7pQDOSbKY/TgCEETxSWpI/AAAAAAAAEiU/o3oYXo2Fyo8/s220/35373_144147872265024_100000094370430_433197_7500731_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7500243005933909881.post-1773912620897850836</id><published>2009-06-04T08:57:00.000-07:00</published><updated>2009-06-04T09:04:42.596-07:00</updated><title type='text'>Bebaskan Ibu Prita Mulyasari!</title><content type='html'>Blog ini saya buat sebagai bentuk do'a dan dukungan untuk Ayunda Prita Mulyasari. Semoga Allah memberikan pertolongan bagi hamba-Nya yang teraniaya.Ranah Perempuan adalah ekspresi bahasa ibu, komunitas hati nurani yang sesungguhnya.Aku yakin perempuan lebih banyak memberikan manfaat dalam kehidupan kita sebagai anak bangsa yang lahir dari Republi Indonesia. Mudah2an Ibu Pertiwi tidak lagi terluka.Sekalipun saya bukan perempuan, namun saya mewakili Ibu yang melahirkan aku hingga ke kreativitas blog ini, semua ini, saya kira lahir dari kebesaran kasih Ibu.Menangislah Ibu-Ibu, jika Anak pejuang Bangsa ini terluka. Tersenyumlah Ibu, buat membesarkan anak-anakmu yang tertindas.(Ferry Arbania Sumenep Madura)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7500243005933909881-1773912620897850836?l=ranahperempuan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/feeds/1773912620897850836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/2009/06/bebaskan-ibu-prita-mulyasari-ardiz.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7500243005933909881/posts/default/1773912620897850836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7500243005933909881/posts/default/1773912620897850836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/2009/06/bebaskan-ibu-prita-mulyasari-ardiz.html' title='Bebaskan Ibu Prita Mulyasari!'/><author><name>Ferry Arbania</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Iq7pQDOSbKY/TgCEETxSWpI/AAAAAAAAEiU/o3oYXo2Fyo8/s220/35373_144147872265024_100000094370430_433197_7500731_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7500243005933909881.post-5284712851699114703</id><published>2009-06-04T08:39:00.000-07:00</published><updated>2009-06-04T08:40:43.117-07:00</updated><title type='text'>Puluhan Tetangga Prita Jadi Supporter di Pengadilan</title><content type='html'>TANGERANG - Prita Mulyasari (32), nama itu tiba-tiba saja mencuat menghiasi  halaman seluruh media lantaran ibu dua anak ini mendekam di penjara karena dianggap mencemarkan nama baik RS Omni Internasional Alam Sutera melalui dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penahanan Prita kontan menarik simpati dari berbagai kalangan mulai dari tetangga, kolega, politisi, bahkan sampai tiga calon presiden pun ikut serta memberikan dukungan. Dukungan itulah yang membuat Prita mengalami perubahan status dari tahanan rumah menjadi tahanan kota yang kini membuat Prita bisa berkumpul dengan keluarga dan dua orang anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kebahagian tersebut belum sempurna, karena Prita masih harus menjalani proses hukum, yaitu menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tangerang pada Kamis, (4/6/2009) ini. Segudang persiapan mental dan fisik mulai dilakukan sejak malam saat dirinya tiba di rumahnya di Jalan Kucica Blok JG Sektor IX, Bintaro, Kota Tangerang Selatan hingga pagi hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya harus mempersiapkan mental, fisik dan doa. Karena itu merupakan kekuatan saya untuk hadapi sidang hari ini," katanya usai melakukan salat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu saja, dengan nada penuh semangat, Prita mengaku apapun yang terjadi seperti ancaman hukuman yang bakal dikenakan dirinya, ia akan terus melakukan pembelaan. Pasalnya ia yakin dirinya tidak sendirian. "Saya tidak berdiri sendiri, banyak keluarga, teman dan pengacara saya yang siap membela dan memperjuangkan saya saat sidang di PN Tangerang. Dan saya tidak akan menyerah,"tandasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu tentu saja benar adanya. Di mana di rumahnya yang bercat tembok putih tersebut kini sudah dipenuhi oleh para kerabat dan sanak saudaranya. Bahkan sesekali, Prita terlihat sibuk menemui sanak keluarganya sebelum kembali menyapa tamu-tamu lainnya yang terus memberikan dukungan dan simpatiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prita kembali mengatakan sebenarnya dari dalam lubuk hatinya, kasus ini tidak ingin berlanjut. Dan kini ia pasrah untuk menjalaninya. "Kasus ini berlanjut dan saya yakin Tuhan akan menuntun saya sampai di persidangan,"ucapnya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prita lalu menceritakan sedikit ketika dirinya berada di dalam Lapas Wanita Tangerang. Saat itu dirinya ditempatkan bersama 12 napi dalam satu blok selama 13 hari. "Dalam satu sel itu kami seperti saudara dan kami juga saling dukung," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal saat itu ia mengaku sangat tertekan. Namun dukungan sesama napi itu membuat dirinya tabah menjalani hidup di dalam Lapas. "Kami tidur bersama dan saling bercerita tentang pengalaman,"ujar ibu dari Khairan Ananta Nugroho (3) dan Ranarya Puandida Nugroho (1,2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan di dalam sel Prita mengaku diajak bersujud bersama rekan sesama napi di LP Perempuan minta petunjuk. "Kita selalu salat berjamaah. Mereka memberikan saya support selama masih di LP dan tetap bersabar," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu yang membuat dirinya semakin yakin dan kuat. Tidak hanya itu saja, selama di Lapas ia mengaku, perlakukan napi perempuan kepada dirinya bukan sebagai seseorang yang diasingkan. Bahkan, petugas Lapas juga memperlakukan Prita dengan baik. "Syukurlah saya tidak dikucilkan di Lapas dan perlakuan petugas Lapas cukup baik terhadap saya," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, Prita mengaku soal menu makanan di Lapas kurang disukainya. Bahkan Prita jarang sekali menyentuhnya. Dan untuk makan kadang Prita dibawakan makanan oleh sanak saudaranya yang sedang menjenguknya. "Siang hari saya selalu dibawakan nasi bungkus oleh suami saya dan keluarga. Baru malam saya makan di Lapas,"ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah dirinya dinyatakan menjadi tahanan kota, Prita terus mengucapkan kata terima kasih kepada semua pihak. Dari bibirnya terus mengumandangkan nama kebesaran Allah.  "Saya senang sekali  bisa kembali bersama keluarga, dan bisa merasakan masakan sendiri," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa syukur tersebut semakin bertambah karena ia terus mendapat dukungan. Bahkan para tetangganya berencana mendampingi Prita pada persidangan pagi ini.  Hal itu dibenarkan Gigim Samudera, Ketua Rt 2/RW 11.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukungan tersebut sengaja diberikan karena selama ini Prita dan suaminya Andi Nugroho merupakan keluarga yang cukup baik kepada semua tetangga. Pasangan keluarga tersebut dikenal cukup harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya dan warga kaget sekali mendengar Prita ada di dalam sel dan kami minta agar Prita dibebaskan," ujarnya lantas mengatakan kemungkinan ada 70 lebih KK yang siap mengantar Prita ke PN Tangerang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7500243005933909881-5284712851699114703?l=ranahperempuan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/feeds/5284712851699114703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/2009/06/puluhan-tetangga-prita-jadi-supporter.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7500243005933909881/posts/default/5284712851699114703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7500243005933909881/posts/default/5284712851699114703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranahperempuan.blogspot.com/2009/06/puluhan-tetangga-prita-jadi-supporter.html' title='Puluhan Tetangga Prita Jadi Supporter di Pengadilan'/><author><name>Ferry Arbania</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Iq7pQDOSbKY/TgCEETxSWpI/AAAAAAAAEiU/o3oYXo2Fyo8/s220/35373_144147872265024_100000094370430_433197_7500731_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
